Archives

Talk About “Live Our Own Life”

Unfair at times, yet precious.. that’s the life is. Kalo mau dikaji secara mendalam sih memang hal tersebut ada namun tak terlihat karena hidup tidk serta merta hitam dan putih, abu abu adalah tanda dari cara pandang seorang yg sudah dewasa. Nilai dan norma memang jelas namun aturan tersirat lebih bermakna karena dapat dimengerti namun susah dipahami.

It just like a women, does it?
 
Too right mate. Hahahaha.. XD
Ketidak adilan hidup jika dipandang dari perspektif manusia memang tidak adil secara harfiah karena aturan dan regulasi serta pemahaman manusia memang dilandaskan dari teori manusia itu sendiri, namun secara perspektif spirituil hal itu ada/terjadi berlandaskan atas konteks diri sendiri. Sebagai ujian atau hukuman adalah berasal dr diri sendiri.
Then what do u think bout the test of life, mate?
 
Itu termasuk dr perspektif spirituil, ujian itu sendiri berlandaskan dari tiga kondisi yakni sebagai ujian, sebagai azab, dan sebagai sebuah penghancur diri dengan berbagai kenikmatan dunia (istidraj). Namun di sini saya bakal membahas tentang perspektif dari manusianya karena to be honest ilmu agama saya juga masih cetek, masih perlu banyak belajar.
Karena hal itulah sebagian besar orang cenderung melawan arus, melanggar aturan, broke the bounderies, dan menjadi anarki akibat ingin bebas dr kekangan aturan yg ada. Padahal aturan dan hukum itu dibuat untuk membatasi apa yg seharusnya dibatasi. Penilaian dan penghakiman memang harus “buta” dimana tidak memandang siapa, namun sejatinya adil memiliki kadar masing masing bagi setiap manusia/pelaku, so hati nurani dan toleransi serta pertimbangan masih dibutuhkan dalam pengambilan keputusan/penghakiman. Over limit or release the limit memang terlihat keren namun gk semua hal yg tak terlihat itu tidak ada, there is a great consequent behind those words..
Kok jd anarki ndru? Memang sih melanggar aturan nanti bs berlanjut ke tindakan anarki, namun kan konteksnya adalah perorangan yg kemungkinan untuk bertindak anarki sangat kecil.
 
agreed
Anarki sendiri memiliki arti leaderless yg mana dpt dideskrpisikan sebagai  menolak hirarki atau bahasa gampangnya gk mau diatur dan gk mau ada/ikut aturan yg ada, law & freedom without force kalo kata mr. Kantz namun polemik yg terjadi adalah salah arti dimana anarki selalu identik dengan kekerasan, gk salah sih cmn kurang tepat aja. Lagipula tak ada yg lebih berbahaya drpada seseorang yg punya ambisi besar karena tipe orang tersebut yg akan membawa massa dalam jumlah yg massive.
Last, hidup memang  keras, karenanya manusia diberikan kemampuan untuk beradaptasi. Bagaimana kemampuan itu terbentuk? Jelas karena manusia adalah makhluk yg senmpurna/kompleks yg memiliki kadar kecukupan disetiap aspek yakni akal pikiran, hati/perasaan dan nafsu tentu saja. The first step of what men’s make is for gain, the secondly is for safety, then the third is for reputation, sangat nyata dan sebagian besar orang memang melakukan hal tersebut yg menghasilkan hidup ini memang sangat keras dan menimbulkan perspektif ketidak adilan hidup.
Trus elu juga melakukan hal itu kah ndru?
 
Nope! There is more than meets the eyes, malah karena hal itulah saya memilih menjadi naif dan idealis karena.. ya, menyambung artikel yg dahulu saya tulis juga bahwa kenapa saya bangga menjadi seorang yg naif?
KARENA UNTUK MEMBUKTIKAN DAN MEMPERLIHATKAN PADA KAUM PESIMISTIS BAHWA HIDUP DI DUNIA INI MASIH PANTAS UNTUK DIPERJUANGKAN..

 

Leave a Reply